Hatiku masih kau miliki

Pernahkah dikau melihat bunga-bunga di taman,
ianya masih mekar harum mewangi seluruh taman,
saat dirimu memetik bunga ros lagi harum,
izinkan daku memimpin tanganmu,
membawa ke arah pintu misteri,
membongkar rahsia hati ini,
juga menyimpan taman yang indah,
belum pernah dilihat oleh sesiapa,
tak pernah ku berikan pada sesiapa,
khas untukmu kekasihku,
bukti cintaku tetap padamu.

Telahku kuucapkan padamu,
dirimu yang ku cinta,
dirimu yang ku sayang,
dirimu yang ku rindu,
tiga madah keramat ini tak pernah ku lupa,
kerana tiga madah ini lahir dari cinta mu buatku,
dan telah dirimu lambungkan benih cinta,
dan ku gapai serta ku belai,
saat engkau menyatakan cinta pada ku,
saat itu ku tanamnya dalam hatiku,
saat engkau memberikan madu kasih buatku,
saat itu ku siramnya untuk benih cintamu itu,
saat engkau melepaskan rindu mu padaku,
saat itu ku dakap setiap rindu dan ku baja untuk benih cinta ini,
dalam saat ada minit dan dalam minit ada jam dan ada jam ada hari,
saat inilah ku membesarkan benih cinta ini buat tatapan mu kasih.

Kekasihku ku tahu dirimu jauh di mataku,
ku tahu dirimu ghaib di mataku,
namun ku berdiri ini menanti dirimu,
hamparan kedua belah tanganku menanti jasadmu,
bukankah dirimu yang ku damba?
Bukankah dirimu yang ku cinta?
tak perlu kau ragu cintaku,
tak perlu kau ragu akan hatiku,
sudah diriku nyatakan buatmu kasih,
hanya diriku mencintaimu,
meletakkan dirimu permaisuriku,
menjadikan dirimu sebahagian dalam hidupku,
percayalah apa yang dirimu ada jua ada pada ku,
asimilasi cinta membuat kita hampir serupa.

Lihatlah benih cinta ini,
ianya benar-benar menjadi sebuah pucuk,
dan pucuk ini menjadi akar untuk cinta dan kasih sayangku padamu,
ku tahu tiada cinta akan gah di atas roda,
cinta ini saling berputar di atas dan juga di bawah,
cinta kita juga berulang kali dilambung ombak di hempas gelombang,
kerana diri ini manusia itulah kesilapan dilakukan,
kerana diri mu manusia itulah kesilapan dilakukan,
kerana izin yang Maha Esalah kita bersatu,
dan kerana izin yang Maha Esalah kita berpisah,
ku tahu pernahku lukakan hatimu,
dan dirimu jua tahu pernah dikau melukakanku,
tapi wahai sayang kekasihku,
pernahkah dirimu mendengar dendangan jamal abdillah?
buangkanlah persengketaan dan kenangkan saat manis kita bersama,
sandarkanlah diri kita pada kenangan yang ada.

Saat ini diri ini sudah melangkah jauh ke hadapan,
tapi tidak pernah ku lupakan setiap langkah yang pernah kita lakarkan,
kenangan ku buatmu terlalu manis untuk ku,
apa yang pernah dirimu lakukan untukku tetap ku ingat,
dan pucuk cinta ini sudah semakin membesar,
dan masihkah dikau mengingati apa pernah ku ucap?
diriku tidak lagi punya hati,
pernah orang meminta untuk menjaganya,
namun ku buka dada ini ku tunjuk hati ini sudah tiada,
maka ditanyakan pula di mana hatiku,
dan ku ucap hanya seorang wanita yang menjaganya,
ternyata ini masih ku ingat pada mu,
masih ku sayang pada mu,
masih ku cinta pada mu,
masih ku rindu pada mu,
oh kekasihku “Hatiku masih kau miliki”.

About dune1989

I am human, live in Malaysia, happy as usual, thinking about the future, big ambition, never give up in my life
This entry was posted in Nukilan hati. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s